
Isu kesehatan reproduksi perempuan kembali dibahas secara terbuka dan membumi dalam kegiatan Bincang Kesehatan yang digelar pada pertemuan rutin bulanan Majelis Ibu Madani Berkarya, Ahad, 15 Juni 2025. Bertempat di Masjid Rijaluddaullah, kegiatan ini menjadi ruang dialog yang hangat bagi para perempuan untuk belajar, bertanya, dan saling menguatkan.
Mengangkat tema kesehatan reproduksi pada wanita, bincang kesehatan ini menghadirkan dua dosen Program Studi Sarjana Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai narasumber. Dengan pendekatan komunikatif dan berbasis pengalaman klinis, materi disampaikan secara ringan namun substansial, sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang usia.
Diskusi menyoroti pentingnya pemahaman perempuan terhadap tubuh dan siklus kehidupannya, mulai dari kesehatan organ reproduksi, deteksi dini gangguan kesehatan, hingga peran perempuan dalam menjaga kesejahteraan diri dan keluarga. Nilai-nilai keislaman turut menjadi bingkai pembahasan, menjadikan edukasi kesehatan selaras dengan konteks spiritual dan sosial jamaah.
Antusiasme peserta tampak dari interaksi aktif selama sesi berlangsung. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul mencerminkan kebutuhan nyata akan informasi kesehatan yang benar, aman, dan tidak menghakimi. Bagi banyak peserta, forum ini menjadi kesempatan langka untuk membicarakan isu reproduksi secara terbuka dalam suasana yang nyaman dan saling menghargai.
Kegiatan ini menegaskan peran strategis bidan tidak hanya sebagai tenaga klinis, tetapi juga sebagai pendidik dan pendamping perempuan di komunitas. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan terus memperluas kontribusinya dalam meningkatkan literasi kesehatan perempuan berbasis komunitas.
Bincang kesehatan ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan perempuan dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana—dari majelis, dari percakapan, dari keberanian untuk bertanya dan belajar bersama.





