international community service collaboration fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan universitas muhammadiyah dan fakultas keperawatan atheneo de davao university philphines tentang mental health education of pregnant women to prevent maternal and neonatal emergency di puskesmas somba opu

Suasana Puskesmas Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa, 3 Februari 2026, terasa lebih hidup dari biasanya. Sejumlah dosen dan mahasiswa berkumpul bersama ibu-ibu hamil di ruang pelayanan kesehatan ibu dan anak. Di dinding ruangan, terpampang spanduk bertuliskan International Community Service Collaboration, menandai kolaborasi pengabdian masyarakat lintas negara yang menyentuh isu krusial: kesehatan mental ibu hamil.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar dan Faculty of Nursing Ateneo de Davao University, Filipina. Fokus utamanya adalah Mental Health Education of Pregnant Women to Prevent Maternal and Neonatal Emergency—sebuah tema yang kerap luput dari perhatian layanan kesehatan dasar, meski dampaknya signifikan terhadap keselamatan ibu dan bayi.

Dalam sesi edukasi, para ibu hamil diajak mengenali tanda-tanda stres, kecemasan, dan gangguan emosional selama kehamilan. Materi disampaikan secara dialogis, dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan empatik. Para fasilitator menekankan bahwa kesehatan mental bukan isu sekunder, melainkan bagian tak terpisahkan dari kesehatan maternal dan neonatal.

Perwakilan dari Ateneo de Davao University membagikan pengalaman praktik keperawatan komunitas di Filipina, khususnya dalam pendampingan psikososial ibu hamil. Sementara tim Universitas Muhammadiyah Makassar mengaitkannya dengan konteks lokal, termasuk peran keluarga, budaya, dan tenaga kesehatan dalam mencegah kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir.

Menurut salah satu dosen pendamping, tekanan psikologis selama kehamilan dapat berkontribusi pada komplikasi kehamilan dan persalinan jika tidak dikenali sejak dini. “Edukasi kesehatan mental adalah bentuk pencegahan primer yang murah, tetapi dampaknya besar,” ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Somba Opu, sehingga edukasi tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan. Diharapkan, pendekatan promotif dan preventif berbasis kesehatan mental dapat terintegrasi dalam pelayanan antenatal rutin.

Bagi para ibu hamil yang hadir, kegiatan ini menjadi ruang aman untuk berbagi pengalaman dan kekhawatiran yang selama ini jarang terungkap. Diskusi berlangsung hangat, diwarnai cerita personal tentang kecemasan menghadapi persalinan hingga dukungan keluarga yang tidak selalu memadai.

Melalui International Community Service Collaboration ini, Universitas Muhammadiyah Makassar dan Ateneo de Davao University menegaskan bahwa pengabdian masyarakat tidak sekadar transfer pengetahuan, melainkan juga upaya membangun kesadaran bersama. Dari Puskesmas Somba Opu, isu kesehatan mental ibu hamil diangkat ke panggung global—sebagai bagian penting dari upaya menurunkan risiko kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Bagikan :