Kolaborasi Lintas Negara di Ruang Kelas SMA Muhammadiyah 1 Makassar

Ruang kelas SMA Muhammadiyah 1 Makassar, Selasa pagi, 3 Februari 2026, tampak berbeda dari biasanya. Spanduk bertuliskan International Collaboration Community Engagement membentang di depan kelas, menjadi penanda hadirnya perjumpaan lintas negara yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan pelajar dalam satu ruang dialog kesehatan dan pendidikan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Faculty of Nursing Ateneo de Davao University, Filipina. Melalui skema community engagement, kedua institusi berupaya memperluas makna pengabdian masyarakat dengan pendekatan internasional yang kontekstual dan partisipatif.

Puluhan siswa SMA Muhammadiyah 1 Makassar mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya menjadi audiens, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi interaktif mengenai isu kesehatan remaja, peran pendidikan kesehatan di sekolah, serta tantangan kesehatan masyarakat di era global. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran—bukan sekadar penerima informasi.

Dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi hadir mendampingi jalannya kegiatan. Perwakilan Ateneo de Davao University membagikan perspektif praktik keperawatan komunitas di Filipina, sementara tim Universitas Muhammadiyah Makassar menekankan pentingnya sensitivitas budaya dalam pelayanan kesehatan, khususnya pada kelompok remaja. Pertukaran gagasan berlangsung cair, diselingi refleksi atas kesamaan dan perbedaan konteks sosial kedua negara.

Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkuat jejaring internasional, tetapi juga menanamkan nilai global citizenship kepada mahasiswa dan siswa. “Kolaborasi ini adalah ruang belajar bersama—tentang kesehatan, budaya, dan kemanusiaan,” ujar salah satu dosen pendamping.

Bagi SMA Muhammadiyah 1 Makassar, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang memperkaya wawasan siswa tentang dunia kesehatan dan pendidikan tinggi, sekaligus membuka cakrawala mereka terhadap kerja sama internasional. Sekolah menjadi ruang temu antara teori akademik dan realitas sosial, antara lokalitas dan perspektif global.

Melalui kegiatan International Collaboration Community Engagement ini, Universitas Muhammadiyah Makassar dan Ateneo de Davao University menegaskan komitmen bersama: menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai jembatan kerja sama lintas batas, yang berakar pada pengabdian dan dialog antarbudaya.

Bagikan :