Unismuh Medical and Health Science International Conference (UMEDHICON) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Perkembangan ilmu kesehatan dan kedokteran yang kian cepat menuntut respons akademik yang adaptif dan visioner. Hal tersebut menjadi benang merah dalam Unismuh Medical and Health Science International Conference (UMEDHICON) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Mengusung tema “Towards Health and Medicine 6.0”, konferensi internasional ini berlangsung selama tiga hari, Jum’at hingga Ahad, 5–7 September 2025, bertempat di Hotel Claro Makassar. Forum ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, serta mahasiswa dari berbagai institusi, baik nasional maupun internasional.

UMEDHICON 2025 menjadi ruang temu gagasan lintas disiplin untuk membahas transformasi layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di era Health and Medicine 6.0—era yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, big data, dan pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih personal dan berkelanjutan.

Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan turut berpartisipasi aktif dalam konferensi ini, baik melalui kehadiran dosen sebagai pemakalah maupun partisipasi mahasiswa. Isu-isu strategis kebidanan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, serta penguatan peran bidan dalam sistem kesehatan modern menjadi bagian penting dari diskursus ilmiah yang berkembang selama konferensi.

Selain sesi pleno dan presentasi ilmiah, UMEDHICON 2025 juga menjadi wahana penguatan jejaring akademik dan kolaborasi riset. Pertukaran gagasan lintas negara dan disiplin diharapkan dapat melahirkan inovasi dan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan tantangan kesehatan global dan lokal.

Melalui penyelenggaraan UMEDHICON 2025, Universitas Muhammadiyah Makassar menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen mendorong kemajuan ilmu kesehatan berbasis riset, inovasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dari Makassar, percakapan global tentang masa depan kesehatan dan kedokteran kembali digaungkan—menuju layanan yang lebih cerdas, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan serta kualitas hidup manusia.

Bagikan :