2025
Laporan Tracer Study DIII Keperawatan Unismuh 2025
Laporan ini merupakan hasil Tracer Study (Studi Pelacakan Alumni) yang dilaksanakan pada tahun 2025 oleh Program Studi DIII Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar. Studi ini berfokus pada pelacakan lulusan Tahun Akademik 2023/2024.
Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk mendapatkan umpan balik dari alumni dan pengguna lulusan. Informasi ini digunakan sebagai bahan evaluasi untuk penyesuaian kurikulum, peningkatan kualitas program studi, dan sebagai data pendukung untuk pemenuhan dokumen akreditasi.
📈 Metodologi dan Responden
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kuesioner online. Dari total populasi 22 lulusan TA 2023/2024, sebanyak 20 lulusan berpartisipasi dalam studi ini, menghasilkan nett response rate (tingkat respons) yang sangat tinggi, yaitu 91%. Selain itu, laporan ini juga mengumpulkan data dari 8 pengguna lulusan (perusahaan/instansi).
💼 Temuan Utama: Status Lulusan
Hasil analisis utama dari 20 responden menunjukkan gambaran status mereka saat ini:
- Bekerja: Sebanyak 35% (7 orang) lulusan telah bekerja.
- Melanjutkan Pendidikan: Sebanyak 10% (2 orang) lulusan memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang S1 Keperawatan.
- Belum Bekerja: Sebagian besar lulusan, yaitu 55% (11 orang), berstatus “Tidak Bekerja tetapi Sedang Mencari Kerja”. 91% dari kelompok ini (10 orang) menyatakan alasan utama adalah “belum mendapatkan panggilan kerja”.
📊 Temuan Kunci: Dunia Kerja dan Kompetensi
Bagi Lulusan yang Sudah Bekerja:
- Waktu Tunggu: Lulusan DIII Keperawatan Unismuh tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Rata-rata waktu tunggu lulusan adalah 3,95 bulan. Sebanyak 45% (9 orang dari total responden) mendapatkan pekerjaan kurang dari 3 bulan setelah lulus.
- Cara Mendapatkan Pekerjaan: Cara paling dominan untuk memperoleh pekerjaan adalah “melalui relasi” (dosen, orang tua, teman, dll.) sebesar 31% (8 orang).
- Tempat Kerja: Mayoritas lulusan bekerja di BUMN/BUMD (57%). Sebagian besar (86%) bekerja di perusahaan tingkat Nasional, dan 14% di tingkat Multinasional/Internasional.
- Penghasilan: Rata-rata penghasilan (take home pay) yang diterima lulusan adalah Rp 5.428.571. Namun, 57% (4 orang) dari yang bekerja masih berada di kisaran gaji ≤ Rp 1 juta, yang mengindikasikan adanya kesenjangan penghasilan yang signifikan.
- Kesesuaian: 40% dari total responden (8 orang) menyatakan kesesuaian antara bidang ilmu dan pekerjaan mereka “sangat erat”. 55% yang menyatakan “tidak erat” diklarifikasi sebagai lulusan yang saat itu belum bekerja.
Penilaian Kompetensi:
- Penilaian Alumni: Lulusan menilai kompetensi mereka saat lulus secara umum “Tinggi”, terutama pada aspek Etika (95%), Komunikasi (85%), dan Kerjasama Tim (90%).
- Penilaian Pengguna: Pengguna lulusan (perusahaan) juga memberikan penilaian “Sangat Baik” atau “Baik”. Kompetensi “Patient Safety” mendapat nilai “Sangat Baik” tertinggi (50%) dari pengguna.
- Area Peningkatan: Kelemahan utama yang konsisten diidentifikasi baik oleh lulusan maupun pengguna adalah “Kemampuan Berbahasa Asing” (Bahasa Inggris).
💡 Kesimpulan dan Rekomendasi
Laporan ini menyimpulkan bahwa meskipun lulusan memiliki kompetensi inti yang kuat dan masa tunggu kerja yang cepat, tantangan utamanya adalah pada kemampuan bahasa asing.
Rekomendasi utama yang diberikan kepada Prodi DIII Keperawatan meliputi:
- Memberikan penekanan khusus pada pengembangan kompetensi bahasa asing.
- Mempertimbangkan peningkatan jenjang program studi dari DIII ke S1 + Profesi untuk memenuhi tuntutan karir yang lebih tinggi.
- Meningkatkan sarana dan prasarana laboratorium serta fasilitas kampus (seperti AC).
- Mengoptimalkan peran Pusat Karir dalam menyediakan informasi lowongan pekerjaan yang ter-update.